Cara Sederhana Membangun Kerja Tim yang Solid dan Efektif

Dalam dunia organisai , contoh kecil yayasan, tidak dikenal istilah single fighter.

Keberhasilan sebuah kegiatan dan program merupakan hasil kerja tim. Semua anggota saling membantu dan mendukung demi tercapainya tujuan dan program yang dicanangkan.

Sayangnya, untuk membuat sebuah tim yang solid dan kompak memang tidak mudah. Kenapa ? Karena ada banyak kepala di dalamnya yang pasti punya pemikiran dan kemaun yang berbeda-beda. Pikiran-pikiran para anggota tim ini sering punya kecenderungan untuk saling berbenturan.

Perbedaan bahkan perselisihan adalah sesuatu yang wajar terjadi di dalam tim kerja. Inilah yang akhirnya membuat sebuah tim sulit untuk mencapai kerja maksimal. Ini merupakan dinamika yang tidak bisa ditolak apalagi ditiadakan. 

Tapi jangan khawatir…!
Sesuatu yang sulit bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. Selama kita tahu caranya, insya Allah kita bisa membangun kerja tim yang solid dan efektif. Ingin tahu cara dan solusinya? Simak sampai tuntas ulasan berikut ini.

1. Ikhlas Mengharap Wajah Allah

Poin pertama ini adalah pondasi. Dari pondasi inilah poin poin berikutnya akan terbangun dan terkokohkan. Dengan poin pertama inilah kita bisa berharap akan pertolongan dan kemudahan-kemudahan dari Allah.

2. Punya Visi dan Misi yang Sama

Sebuah tim tidak akan bisa bekerja dengan baik dan efektif jika setiap anggotanya memiliki visi dan tujuan yang berbeda.

Sebagai contoh, Si A ingin ke utara, B maunya ke selatan, C justru memilih ke tenggara. Dapat dipastikan, tim yang berisi orang-orang seperti itu tidak akan bisa mencapai target. Bahkan akan berantakan

Karena itu, dari mulai pimpinan (koodinator) hingga anggota tim harus memiliki visi dan misi yang sama. Sehingga dalam setiap tindakan yang diambil merupakan pengejawantahan dari visi dan misi tim. Bukan visi dan misi individu.

3. Bangun Rasa Saling Percaya

Rasa saling percaya menjadi syarat mutlak untuk bisa membangun kerja tim yang solid. Karena tidak akan ada kerja tim yang sukses jika anggotanya tidak saling percaya. Akhirnya seluruh anggota hanya bekerja masing-masing secara individual.

Rasa percaya ini akan menegaskan bahwa tugas yang diemban setiap orang pasti berbeda kadarnya. Setiap anggota tim akan yakin bahwa tugas yang dibebankan kepada rekan satu tim akan terlaksana dengan baik dan sesuai kemampuan masing-masing

4. Komunikasi & Musyawarah Intensif

Jangan pernah anggap sepele masalah komunikasi dan musyawarah. Ketika komunikasi sesama angota tim macet, dipastikan kerja tim akan ikut macet bahkan berantakan. Karena setiap orang tidak mengerti apa yang harus dilakukan.

Karena itu lakukan komunikasi secara intensif. Baik melalui pertemuan rutin atau pertemuan lain yang dilakukan oleh seluruh anggota tim kerja. Sehingga setiap orang akan mengerti tugas dan target yang harus dilaksanakan.

Komunikasi antaranggota tidak perlu harus selalu bertatap muka. Saat ini sudah banyak aplikasi komunikasi yang bisa digunakan.

Seperti WhatsApp, Zoom, Telegram, atau yang lainnya. Manfaatkan fasilitas tersebut untuk menjalin komunikasi intensif antar sesama anggota tim.

5. Adakan Kegiatan Ringan Bersama

Tak kenal maka tak sayang. Bagaimana bisa menjalin kerja sama dalam tim jika setiap orang yang ada di dalamnya tidak saling mengenal? Karena itu, dalam usaha membangun kerja tim yang solid, mutlak harus sering melakukan kegiatan bersama. Khususnya hal-hal di luar program.

Mulailah dari yang ringan seperti makan bersama. Bisa dilakukan di rumah teman, atau pergi ke rumah makan yang disepakati bersama. 

Adakan kegiatan refreshing bersama yang melibatkan seluruh anggota tim. Mungkin bisa langsung diterapkan dengan berjalan kaki atau bersepeda bersama. Bisa juga dengan bermain badminton atau futsal dengan menyewa satu lapangan untuk beberapa jam.

Kegiatan di luar kegiatan program ini akan membentuk kekompakan dan ghiroh kerja sama yang kuat di antara sesama anggota tim.

6. Pahami Peran dan Tanggung Jawab

Setiap anggota tim punya peran dan tanggung jawab yang berbeda. Hal ini harus benar-benar dipahami oleh seluruh anggota tim. Jangan sampai semuanya ingin jadi kiper atau semuanya ingin jadi striker. Bisa berantakan kawan..!

Membangun kerja tim yang kompak dan efektif pasti butuh pemahaman tentang peran dan tanggung jawab. Harapannya, mereka bisa lebih fokus dalam menyelesaikan tugas masing-masing.

7. Saling Menghormati dan Menghargai

Perbedaan pendapat dan perselisihan adalah sebuah hal yang sering terjadi dalam  sebuah tim. Justru dari perbedaan itu, tim akan semakin kaya dengan ide, gagasan dan pemikiran yang bisa memudahkan jalan menuju target dari program yang dicanangkan.

Tentu saja, selama masing-masing anggota bisa saling menghormati dan menghargai. Menghormati pendapat orang lain yang berbeda. Menghargai hak-hak orang lain dalam mengemukakan pendapat.

Rasa hormat ini nantinya akan membentuk semacam rantai penghubung yang kuat di antara sesama anggota tim. Ya…, selama perbedaan itu bukan dlm perkara yg melanggar syariat.

Sebesar apa pun perbedaan yang terjadi tak akan mampu mengikis kekompakan tim jika rasa saling menghargai dan menghormati sudah tertanam mendalam di dalam diri seluruh anggota.

8. Komitmen yang Kuat

Untuk membentuk sebuah kerja tim yang kompak dan solid dibutuhkan komitmen yang kuat dari setiap anggota. Karena setiap orang akan saling menopang kerja anggota yang lain. Satu orang timpang dan pincang, maka proses kerja pun tidak akan maksimal.

Pincang di sini bukan dalam dalam hal fisik. Tapi lebih kepada semangat juang dan komitmen bersama untuk mencapai tujuan. Ketika ada anggota yang menurun semangatnya, hal ini bisa berimbas buruk kepada anggota yang lain.

Karena itu, setiap anggota tim harus bisa saling menyemangati rekannya yang tengah menurun alias futur. Sehingga mereka bisa selalu berada dalam level yang sama dalam menjalani tugas yang dibebankan.

Tidak ada lagi yang tertinggal karena tidak mendapat perhatian dari rekan2nya.

9. Evaluasi Rutin

Kunci sukses sebuah kerja tim adalah evaluasi. Dari evaluasi ini bisa dilihat mana yang sudah berjalan sesuai rencana, mana yang harus mendapat suntikan motivasi, atau kekurangan apa yang harus diperbaiki.

Evaluasi bukan bertujuan mencari kesalahan. Tapi lebih memberi arahan dan masukan agar proses kerja selalu bisa berada di jalur yang direncanakan. Kalaupun nanti diharuskan ada perubahan, itu juga merupakan hasil yang sudah disepakati bersama.

Dengan evaluasi, tingkat kesuksesan kerja tim bisa dipantau dan diawasi dengan baik.

10. Berkonsultasilah dengan pihak-pihak yang lebih berpengalaman dan berilmu.

Bisa dalam bentuk berkonsultasi dengan orang yang telah berpengalaman dan berilmu. Bisa juga dalam bentuk studi banding kepada lembaga atau organisasi lain yang telah sukses menjalankan program-programnya.

Penutup

Keberhasilan dalam sebuah kegiatan dan program bersama tidak akan terjadi jika tidak ada kerja sama yang apik di antara sesama anggota. Memang, sesekali ada yang melakukan kerja mandiri dan sukses mencetak target. Tapi itu hanya menjadi penyuntik semangat bagi seluruh tim untuk bekerja lebih keras lagi. 

Karena membangun kerja tim untuk bisa mencapai tujuan dan target tidak akan mudah. Butuh komitmen dan kesadaran serta keikhlasan seluruh anggota tim dalam menjalankan peran masing-masing.

Dengan demikian, hasil yang nantinya dicapai akan terasa sebagai sebuah hasil bersama. Bukan hasil dari satu atau dua orang semata.

Yuk kita berkolaborasi dg apik penuh semangat dan kebersamaan dalam landasan ikhlash mengharap Wajah Allah. Semoga apa yang kita lakukan, khususnya dlm dakwah dan tarbiyah menjadi buah yang manis dan harum di sisi Allah Ar Rahman Ar Rohim. Amin.

Murottal Penyejuk Hati